Yamaha Jupiter MX135 LC Prototipe dari Medan
Rabu, 19 Agustus 2009 - - 0 Comments
Yamaha Jupiter MX135 LC Prototipe dari Medan
MOTOR PLUS/M.DAVID
Sistem Hubless ringan karena pakai pelor (kiri). Buritan meruncing dipadu dengan lampu sein MX 135 (kanan)
Artikel Terkait:
* Yamaha Jupiter-Z Next-G Mirip Jetski
* Yamaha Jupiter MX 135LC Berubah Kelamin Jadi Laki
* Yamaha Jupiter MX135LC Melanggar Pakem
* Yamaha Jupiter MX 135LC Bikin Heboh Samarinda
Rabu, 19/8/2009 | 09:30 WIB
KOMPAS.com - Pabrikan motor Jepang atau Eropa tidak diragukan lagi menciptakan prototipe. Ternyata, Indonesia juga tak mau kalah. Meski sampai saat ini belum bisa bikin motor utuh, tapi mampu menampilkan motor konsep lewat modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC. Hasil karya anak bangsa dari Sumatera Utara yang diikutsertakan dalam Mofest Modification Contest 2 Region III, Sumut.
Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport tergolong berani merombak Jupiter MX milik Jimmy tersebut. Intinya, ia tak mau cuma mengubah bodi yang dirancang seperti badan motor konsep. "Saya enggak mau begitu. Prototipe yang benar juga mengaplikasi beberapa komponen yang mengpalikasi mekanisme kerja berbeda," terang Budi.
Karena, motor konsep bikinan pabrikan pun menawarkan teknologi komponen yang berbeda dengan propduk massal. Juga ada mekanisme kerja komponen yang dikembangkan dari komponen sebelumnya.
Itulah acuan Budi. Makanya, MX yang digarap ada teknologi yang jauh dari MX sebenarnya. Dan ia mengatakan kalau ciptaannya itu merupakan motor sport masa depan.
Dalam modifikasi teknologi komponen yang ditawarkan, ada tiga bagian yang bisa dilirik. Pertama, sistem kemudi dikasih nama steering ratio. Ada perbandingan radius putar waktu setang digerakkan ke dalam dan ke luar.
Kedua, mekanisme kerja sokbreker yang merupakan inovasi baru. Budi menamakannya, Advance Suspension. Mekanisme kerjanya berhubungan dengan aplikasi roda hubless. Pegangan pelek ditopang dua tiang yang mengirim beban ke sokbreker.
Prinsip kerjanya mirip sok belakang unitrack, tapi posisi dipasang terbalik. Menariknya, meski dengan sistem hubless tetap ringan dan enteng ketika manuver.
Terakhir, keyless ignition. Menyalakan mesin pakai kunci starter dengan menggunakan sensor gesek. Ya, semacam kartu yang biasa dijadikan kunci di kamar hotel.
Dengan keberanian Budi, pantas kalau karyanya dianugerahkan sebagai The Best Region III. Selamat. (Niko)
This entry was posted on 01.54
You can follow any responses to this entry through
the RSS 2.0 feed.
You can leave a response,
or trackback from your own site.
0 komentar:
Posting Komentar